Bersitifikat SNI, Cangkul BARONG asal Gresik siap bersaing dengan produk Impor

Cangkul produksi Gresik sukses mendapatakan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sertifikat ini didapat sebagai apresiasi pemerintah atas inovasi produsen yang membuat cangkul baja berkualitas.

“Pemberian sertifikat SNI merupakan jaminan kualitas pada produk yang kami produksi, karena telah sesuai dengan persyaratan standar yang telah ditetapkan,” kata General Manager PT. Indobaja Primamurni, Titus Ridi Teguh Yuwono di Gresik, Selasa (26 September 2021).

Titus mengungkapkan, setelah mengantongi sertifikat SNI, pihaknya siap bersaing dengan cankul impor. Sebab, cangkul yang diproses dengan mesin power press, tanpa pengelasan lebih awet dan tahan lama. “Kami siap memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri,” ujarnya.

“Standar Nasional Indonesia (SNI) berfungsi memberikan perlindungan dan jaminan kualitas kepada konsumen atas keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L),” kata Plt.Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita di Jakarta (25/10/2021).

Reni menambahkan, SNI merupakan salah satu instrumen dalam rangka menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35 persen pada tahun 2022 sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional (PEN). Bagi industri, SNI juga merupakan nilai tambah, yakni jaminan kualitas pada produk yang diproduksi dan pasarkan sehingga dapat menembus pasar dengan lebih mudah.

Sebagai wujud dukungan terhadap penerapan SNI ini, Ditjen IKMA menyelenggarakan acara Penyerahan Sertifikat SNI Cangkul Dalam Negeri kepada PT. Indobaja Primamurni dengan
cangkul Kelas A merek cangkul Barong.

“Perusahaan tersebut telah membuktikan kualitas produknya dengan memenuhi persyaratan teknis produk sesuai SNI 0331:2018 Kelas A (Cangkul – Syarat Mutudan Metode Uji),” kata
Reni.

Dengan nilai TKDN dari cangkul produk PT. Indobaja Primamurni mencapai 58,19%, Reni berharap agar cangkul tersebut segera masuk ke E- Katalog dan banyak masyarakat semakin percaya dan membeli perkakas berkualitasbuatan Indonesia.

Titus mendapat bocoran dari Kemenperin, bila kebutuhan pasar dalam negeri akan cangkul sekitar 2,5 juta unit per tahun. Dengan selama ini, kebanyakan dipenuhi produk impor dari China dan Thailand. Untuk itu, PT IBPM bersiap mengambil ceruk tersebut dan bersaing dengan produk asing.

IBPM dikatakan oleh Titus, akan lebih dulu berfokus pada pemenuhan kebutuhan cangkul dalam negeri. Baru setelah itu, mereka kemudian secara perlahan bakal membidik pasaran ekspor, lantaran cangkul yang diproduksi kualitasnya tidak kalah bagus dengan asing.

“Ada beberapa perusahaan yang ingin menjalin kerja sama, salah satunya ingin kerja sama dibuatkan cangkul ini sebanyak 1 juta unit per tahun, dengan sebagian bakal diekspor ke Vietnam. Tapi masih awal, belum ada omongan lebih lanjut,” tutur dia.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Contact Us

Email Address

sales@indobaja.co.id

Call Us

(031)-3972857

Whatsapp

082143442397

Berita Lainya

 

copyright © 2021. indobaja.co.id All rights reserved